Bangkitnya Dikau
Tika redup kupandang
Wajahmu lusuh penuh goresan tinta kehidupan
Tegar memandang jauh menggapai
Mimpi yang pernah sirna
Kini kau mulai melangkah
Rintihan tangis tak kau hirau
Redup sudah belas kasihan
Tika kau genggam ambisimu
Seringai datar penuh arti
Menusuk menghujat kepalsuan
Bangkit menerkan bak sang raja hutan
Kau tikam musuh dengan pedang berbisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar